Berikan Edukasi tentang Terorisme, Satintelkam Ajak Remaja LDII Nobar “22 Menit”

Tribratanews.tegal.jateng.polri.go.id, Polres Tegal Polda Jateng – Jalinan sinergitas antara Satintelkam Polres Tegal dengan DPD LDII Kab. Tegal terus berlanjut. Di pertengahan tahun 2017, Sdr. H. Walidi, M.M. selaku ketua turut menandatangani maklumat dukungan deradikalisasi dan komitmen cinta tanah air dalam acara silaturahim Kapolres Tegal dengan seluruh elemen masyarakat Kab. Tegal yang digagas oleh Satintelkam di Gedung Yaumi.

Selanjutnya sekitar tiga bulan berikutnya, Satintelkam dan LDII berkolaborasi melakukan pembinaan terhadap remajanya dalam kegiatan sosialisasi anti radikalisme di Ponpes Al Huda Kramat. Di penghujung tahun 2017, LDII mengirimkan sepuluh remajanya dalam kegiatan perkemahan kebangsaan di Ds. Suniarsih Kec. Bojong, dimana Satintelkam adalah penyelenggara utama.

Dua hari yang lalu, bertempat di Ponpes Al Huda Kramat kembali dilaksanakan pembinaan rutin terhadap remaja LDII dan Satintelkam menjadi narasumber dengan materi wawasan kebangsaan dan kebhinnekaan.

Sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif LDII dalam menjaga situasi Kamtibmas dan menjaga komitmennya menjadi organisasi yang pro pemerintah, serta memberikan edukasi tentang kebrutalan pelaku teror, Satintelkam memberikan tiga puluh tiket gratis nonton bareng film “22 Menit” di CGV Transmart Tegal, Minggu (29/07/2018).

Kontan saja hal ini menuai respon luar biasa dari remaja LDII. Mereka girang dan berebut ingin mendapatkan tiket, namun oleh Sdr. H. Walidi diprioritaskan untuk pengurus forum remaja terlebih dahulu. “Yang lain sabar, nanti gantian kalau dapat lagi” ujarnya.

Tepat pukul 15.00 WIB tiga puluh perwakilan remaja LDII sudah duduk manis di Cinema 4. Mereka didampingi oleh Sdr. H. Walidi dan Sdr. H. Eddi Sutikto, Ketua PC LDII Kec. Slawi serta Brigadir Abi Nugroho dari Satintelkam. Sebelum film dimulai mereka membentangkan banner sebagai ungkapan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan Polres Tegal.

Sepanjang film diputar, teriakan histeris dan ekspresi geram muncul. Rasa kagum dan bangga atas kinerja aparat keamanan juga secara natural keluar. Di ending kisah mereka merasa haru dan sadar jika ancaman teroris itu ada, kapan saja dapat terjadi dan tak pandang bulu menyerang siapapun. Namun mereka tidak akan takut untuk melawan. Mereka ingin Indonesia damai.

Saat keluar dari studio, salah satu remaja LDII asal Ds. Margamulya Kec. Kedungbanteng bernama Bagus berkata, “Terima kasih Polres Tegal. Ini film yang luar biasa. Ceritanya penuh makna”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*