Jalin Koordinasi dengan SMK Diponegoro, Satintelkam Antisipasi Pelanggaran Kampanye Sekaligus Beri Pembinaan Pemilih Pemula

Tribratanews.tegal.jateng.polri.go.id, Polres Tegal Polda Jateng – Tahapan kampanye Pemilu tahun ini berbeda dengan periode – periode sebelumnya dimana durasinya terbilang cukup lama, yaitu sejak tanggal 28 September 2018 sampai dengan 13 April 2019. Hal ini memiliki tujuan positif yaitu para Caleg, Capres / Cawapres, tim sukses dan relawan dapat lebih leluasa menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat, begitu pula masyarakat semakin punya kesempatan lebih panjang untuk mempertimbangkan siapa pilihan terbaiknya sesuai hati nurani. Namun demikian potensi terjadinya gesekan, pelanggaran kampanye, money politic dan black campaign tidak dapat dipungkiri lagi.

Salah satu pelanggaran adalah melaksanakan kampanye di tempat pendidikan seperti sekolah. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi di sekolah setingkat SMA / MA dan SMK yang notabene sebagian pelajarnya ada yang masuk dalam kategori pemilih pemula. Rasa antusias mereka cukup tinggi didukung dengan daya pikir yang cenderung kritis dan idealis menjadikannya salah satu sasaran mendulang suara.

Dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran kampanye tersebut, Aiptu Aris Sugeng Riyanto, S.H. (Kanit V Satintelkam) melakukan koordinasi dengan Rudi Hartono, S.Pd., guru SMK Diponegoro Lebaksiu, Sabtu (23/03/2019).

Latar belakang Rudi sendiri adalah salah satu alumni terbaik SMK Diponegoro yang sekarang menjabat sebagai Wakasek Bidang Kesiswaan. Rudi diminta untuk menyampaikan pembinaan kepada siswa – siswinya terutama yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019 ini untuk menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin, menghindari Golput karena itu cermin perilaku warga masyarakat yang tidak peduli dengan nasib bangsanya. Rudi juga diminta agar terus mengawasi anak didiknya untuk bijak menggunakan media sosial, perilaku seperti memposting atau membagikan konten – konten propaganda serta berita hoax supaya dihindari karena dapat dijerat dengan UU ITE. Selain itu, yang terpenting adalah menolak apabila ada tawaran kegiatan kampanye maupun agenda politik lainnya dengan memanfaatkan fasilitas sekolah.


Rudi yang dalam kesehariannya juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungannya di wilayah Kecamatan Pagerbarang sangat mengapresiasi hal – hal yang telah diuraikan Aris. Ia sependapat, bahkan secara tegas ia menuturkan, “Rata – rata pelajar sekarang sudah memakai HP Android, kalau tidak dibekali pemahaman tentang UU ITE, mereka rawan menyalahgunakan”. Di sela – sela materi pelajaran yang ia sampaikan juga telah disisipkan materi tentang menjadi pemilih yang cerdas, yaitu memilih wakil rakyat yang amanah, jujur, mau bekerja dan bertanggungjawab. “Bukan memilih calon yang ngasih uang” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*