Tangkal Dini Radikalisme, Satintelkam Rangkul Kemenag

Tribratanews.tegal.jateng.polri.go.id, Polres Tegal Polda Jateng – Peristiwa penembakan sporadis terhadap umat Muslim yang sedang melakukan ibadah di Christchruch Selandia Baru Minggu lalu menandakan bahwa ancaman teror dapat sewaktu – waktu muncul, tak terkecuali di Indonesia khususnya Kabupaten Tegal. Apalagi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal juga sudah pernah dilakukan penangkapan oleh Tim Densus 88 AT Mabes Polri terhadap beberapa orang yang dicurigai terlibat.

Upaya untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror bukan menjadi tanggungjawab Polri semata, namun seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk mendukungnya. Oleh sebab itu, Aiptu Muliyono, S.H. (Kanit II Satintelkam) berkunjung ke Kantor Kemenag Kab. Tegal untuk melakukan koordinasi tentang membangun sistem pencegahan dini terhadap potensi radikalisme secara terpadu, Sabtu (23/03/2019).

Dalam koordinasinya, Muliyono bertemu dengan H. Syaifuddin Zuhri selaku Kasi Bimmas Kemenag Kab. Tegal. Sebelumnya mereka sudah sempat berkolaborasi melaksanakan kegiatan deradikalisasi di beberapa tempat, antara lain di SMK Negeri 1 Adiwerna, SMP Negeri 1 Adiwerna dan Balaidesa Pegirikan – Talang.

Muliyono mendorong Kemenag untuk lebih mengintensifkan lagi peran para Penyuluh Agama tingkat KUA atau Kecamatan untuk menyampaikan bimbingan kepada masyarakat tentang materi agama Islam yang benar, terutama “jihad” yang sesuai tuntunan Allah dan Rasul. Mengingat Penyuluh Agama yang tinggal di tengah pemukiman warga dan setiap hari selalu berinteraksi, maka pemberian pembinaan akan lebih optimal.

Hal ini mendapat respon positif dari H. Syaifuddin. Ia mengutarakan keprihatinannya melihat fenomena agama Islam sering dikambinghitamkan sebagai kedok oleh para pelaku teror. Baginya Islam merupakan agama Rahmatan Lil Alamin yang sangat mencintai perdamaian. Dalam upaya mencegah masuknya paham radikal di Kabupaten Tegal ia mengharapkan seluruh elemen terlibat. Pembinaan karakter terhadap generasi muda atau milenial harus dilakukan sedini mungkin, caranya dengan memberikan bekal ilmu agama yang benar sehingga akan menjadi fondasi kuat manakala mereka beranjak dewasa. Oleh sebab itu apabila ada hasutan tentang ajaran yang tidak sesuai dengan kaidah secara otomatis akan menolaknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*